Cara Membuat Biofuel

Cara Membuat Biofuel
Cara Membuat Biofuel
Anonim

Biofuel merupakan salah satu sumber energi alternatif. Itu dapat dibuat dari hampir semua jenis sampah organik, bahkan pupuk kandang. Biofuel, terdiri dari metana dan karbon dioksida, diproduksi oleh bakteri yang menguraikan sampah organik dalam kondisi anaerobik.

Cara membuat biofuel
Cara membuat biofuel

Biofuel ramah lingkungan, tidak meningkatkan "efek rumah kaca" dan sangat cocok sebagai pengganti gas alam yang termasuk mineral dan merusak atmosfer. Penggunaan praktis untuk biofuel termasuk pembangkit listrik, pemanas, memasak dan pembangkit uap.

1. Buat bubur dari campuran bahan organik mentah dan air dengan berat yang sama. Tuang bahan mentah ke dalam ember dan timbang. Isi ember kedua dengan air sampai massanya sama dengan massa ember pertama. Campur bahan baku dan air hingga rata.

2. Tempatkan slurry di dalam ruang digesti pabrik biogas. Tambahkan benih (residu biowaste) dalam jumlah sekitar 2 kali volume bahan baku. Misalnya, jika bahan baku telah mengisi ember sampai habis, Anda membutuhkan 2 ember benih.

3. Ukur pH slurry di ruang fermentasi menggunakan alat khusus. Agar bakteri anaerob dapat bekerja dengan baik, lingkungan harus sedikit basa. PH netral adalah 7.0, semua yang di bawahnya bersifat asam, semua yang di atas bersifat basa. Sesuaikan pH dengan menambahkan air atau tambahkan sedikit kapur secara perlahan hingga mencapai pH yang diinginkan. Pantau dan, jika perlu, perbaiki pH selama waktu yang dihabiskan dalam instalasi, atau selama periode saat biofuel diproduksi dari slurry.

4. Gunakan termometer untuk mengukur suhu bubur. Suhu ideal adalah 30-40 ° C di ruang fermentasi, karena pada suhu ini bakteri anaerob paling aktif. Jika suhu terlalu rendah, gunakan sumber panas kecil, seperti pemanas ruangan, atau, jika Anda tinggal di iklim hangat, gali lubang di tanah, lapisi dengan lakban, dan tempatkan ruang fermentasi di dalam lubang. Pantau dan, jika perlu, sesuaikan suhu selama produksi biofuel.

5. Aduk atau kocok bubur setidaknya sekali sehari selama masa pakai biofuel. Periode ini tergantung pada faktor-faktor tertentu, seperti suhu dan komposisi bubur, tetapi umumnya bervariasi dari 2 hingga 4 minggu.

Direkomendasikan: